shoutbox

jam

Selasa, 17 Desember 2013

Cara Memakai Jilbab Segi Empat Sederhana

Cara memakai jilbab segi empat sederhana berikut ini akan terkesan istimewa meskipun hanya untuk penampilan sehari-hari. Anda dapat melakukan beberapa perubahan terhadap penampilan seperti pada perubahan gaya berhijab sehingga nampak lain dari pada yang lain. Untuk melakukan perubahan tersebut sebenarnya tidaklah sulit, Anda dapat mengikuti tutorial cara memakai jilbab berikut ini.

Cara memakai jilbab segi empat memang bermacam-macam dan dapat dikreasikan menjadi berbagai macam gaya. Seperti yang dikutip dari vemale.com dibawah ini, kita akan merubah penampilan sederhana menjadi lebih istimewa sehingga Anda dapat menggunakannya untuk bersantai dirumah


Seperti biasa, sebelum memulia tutorial cara berhijab, Anda dapat segera menyiapkan beberapa perlengkapan seperti jilbab segi empat dan bros bunga sebagai pemanis untuk mempercantik penampilan. Langsung saja simak tipsnya berikut ini.

gambar : vemale.com
Langkah pertama, gunakan jilbab segi empat Anda tanpa harus melipatnya menjadi bentuk segitiga. Pakai dengan posisi sisi kanan dan kiri jilbab sama panjang seperti gambar diatas.
gambar : vemale.com
Langkah kedua, arahkan sisi kanan dan kiri kerudung ke belakang kepala Anda dengan bentuk menyilang.
gambar : vemale.com
Langkah ketiga, ambil salah satu bagian ujung kiri jilbab. Masukkan ke dalam kerudung di dekat telinga sebelah kanan.
gambar : vemale.com
Langkah keempat, pastikan ujung jilbab yang Anda masukkan ke sisi jilbab di telinga sebelah kanan tadi berada di bagian dalam jilbab.
gambar : vemale.com
Langkah kelima, angkat sisi jilbab sebelah kanan.
gambar : vemale.com
Langkah keenam, lakukan seperti langkah ke empat. Sisi jilbab sebelah kanan tadi harus Anda masukkan ke jilbab dekat telinga kiri.
gambar : vemale.com
Terakhir, gunakan bros bunga untuk mempercantik penampilan Anda.
gambar : vemale.com
Mudah bukan untuk mendapatkan penampilan istimewa? Hanya dengan beberapa langkah mudah jilbab sederhana Anda dapat terlihat manis dan cantik. Ada banyak cara lagi membuat kreasi hijab yang modis dan trendy, salah satunya adalah cara memakai jilbab segi empat motif tartan sebagai alternatif berhijab untuk keseharian Anda. Selamat mencoba cara memakai jilbab segi empat sederhana!

source:
http://www.vemale.com/fashion/tips-and-tricks/14834-tutorial-jilbab-sederhana-untuk-penampilan-istimewa.html

Senin, 16 Desember 2013

Artikel tentang jilbab/Hijab

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya):
Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An-Nur: 31)
1.Hijab Itu Adalah Ketaatan Kepada Allah Dan Rasul
     
         Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Q.S. Al-Ahzab: 36)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): “Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An-Nur: 31)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.” (Q.S. Al-Ahzab: 33)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yanga artinya): “Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 53)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Wanita itu aurat” maksudnya adalah bahwa ia harus menutupi tubuhnya.
2.Hijab Itu ‘Iffah (Kemuliaan)
Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kewajiban menggunakan hijab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan jelek (dosa), “karena itu mereka tidak diganggu”. Maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka. Dan pada firman Allah “karena itu mereka tidak diganggu” sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan berupa fitnah dan kejahatan bagi mereka.
3.Hijab Itu Kesucian
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 53)
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati hijab sebagai kesucian bagi hati orang-orang mu’min, laki-laki maupun perempuan. Karena mata bila tidak melihat maka hatipun tidak berhasrat. Pada saat seperti ini, maka hati yang tidak melihat akan lebih suci. Ketiadaan fitnah pada saat itu lebih nampak, karena hijab itu menghancurkan keinginan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.” (Q.S. Al-Ahzab: 32)
4.Hijab Itu Pelindung
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda (yang artinya): “Sesungguhnya Allah itu Malu dan Melindungi serta Menyukai rasa malu dan perlindungan”
Sabda beliau yang lain (yang artinya): “Siapa saja di antara wanita yang melepaskan pakaiannya di selain rumahnya, maka Allah Azza wa Jalla telah mengoyak perlindungan rumah itu dari padanya.”
Jadi balasannya setimpal dengan perbuatannya.
5.Hijab Itu Taqwa
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman(yang artinya): “Hai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik.” (Q.S. Al-A’raaf: 26)
6.Hijab Itu Iman
    Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak berfirman kecuali kepada wanita-wanita beriman (yang artinya):“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman.” (Q.S. An-Nur: 31).
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman (yang artinya): “Dan istri-istri orang beriman.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Dan ketika wanita-wanita dari Bani Tamim menemui Ummul Mu’minin, Aisyah radhiyallahu anha dengan pakaian tipis, beliau berkata: “Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.”
7.Hijab Itu Haya’ (Rasa Malu)
     Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda (yang artinya): “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.
Sabda beliau yang lain (yang artinya):“Malu itu adalah bagian dari iman dan iman itu di surga.”
Sabda Rasul yang lain (yang artinya): “Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”
8.Hijab Itu Perasaan Cemburu
     Hijab itu selaras dengan perasaan cemburu yang merupakan fitrah seorang laki-laki sempurna yang tidak senang dengan pandangan-pandangan khianat yang tertuju kepada istri dan anak wanitanya. Berapa banyak peperangan terjadi pada masa Jahiliyah dan masa Islam akibat cemburu atas seorang wanita dan untuk menjaga kehormatannya. Ali bin Abi Thalib Radiyallahu ‘anhu berkata: “Telah sampai kepadaku bahwa wanita-wanita kalian berdesak-desakan dengan laki-laki kafir orang ‘ajam (non Arab) di pasar-pasar, tidakkah kalian merasa cemburu? Sesungguhnya tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak memiliki perasaan cemburu.”
Beberapa Syarat Hijab Yang Harus Terpenuhi:
1. Menutupi seluruh anggota tubuh wanita -berdasarkan pendapat yang paling kuat.
2. Hijab itu sendiri pada dasarnya bukan perhiasan.
3. Tebal dan tidak tipis atau trasparan.
4. Longgar dan tidak sempit atau ketat.
5. Tidak memakai wangi-wangian.
6. Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir.
7. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.
8. Tidak bermaksud memamerkannya kepada orang-orang.
Jangan Berhias Terlalu Berlebihan(Tabarruj)
     Bila anda memperhatikan syarat-syarat tersebut di atas akan nampak bagi anda bahwa banyak di antara wanita-wanita sekarang ini yang menamakan diri sebagai wanita berjilbab, padahal pada hakekatnya mereka belum berjilbab. Mereka tidak menamakan jilbab dengan nama yang sebenarnya. Mereka menamakan Tabarruj sebagai hijab dan menamakan maksiat sebagai ketaatan.
Musuh-musuh kebangkitan Islam berusaha dengan sekuat tenaga menggelincirkan wanita itu, lalu Allah menggagalkan tipu daya mereka dan meneguhkan orang-orang Mu’min di atas ketaatan kepada Tuhannya. Mereka memanfaatkan wanita itu dengan cara-cara kotor untuk memalingkannya dari jalan Tuhan dengan memproduksi jilbab dalam berbagai bentuk dan menamakannya sebagai “jalan tengah” yang dengan itu ia akan mendapatkan ridha Tuhannya -sebagaimana pengakuan mereka- dan pada saat yang sama ia dapat beradaptasi dengan lingkungannya dan tetap menjaga kecantikannya.
Kami Dengar Dan Kami Taat
       Seorang muslim yang jujur akan menerima perintah Tuhannya dan segera menerjemahkannya dalam amal nyata, karena cinta dan perhomatannya terhadap Islam, bangga dengan syariat-Nya, mendengar dan taat kepada sunnah nabi-Nya dan tidak peduli dengan keadaan orang-orang sesat yang berpaling dari kenyataan yang sebenarnya, serta lalai akan tempat kembali yang ia nantikan. Allah menafikan keimanan orang yang berpaling dari ketaatan kepada-Nya dan kepada rasul-Nya:“Dan mereka berkata: “Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan kami menaati (keduanya).” Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang.” (Q.S. An-Nur: 47-48)
Firman Allah yang lain (yang artinya): “Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapatkan kemenangan.” (Q.S. An-Nur: 51-52)
Dari Shofiyah binti Syaibah berkata: “Ketika kami bersama Aisyah radhiyallahu anha, beliau berkata: “Saya teringat akan wanita-wanita Quraisy dan keutamaan mereka.” Aisyah berkata: “Sesungguhnya wanita-wanita Quraisy memiliki keutamaan, dan demi Allah, saya tidak melihat wanita yang lebih percaya kepada kitab Allah dan lebih meyakini ayat-ayat-Nya melebihi wanita-wanita Anshor. Ketika turun kepada mereka ayat: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.” (Q.S. An-Nur: 31) Maka para suami segera mendatangi istri-istri mereka dan membacakan apa yang diturunkan Allah kepada mereka. Mereka membacakan ayat itu kepada istri, anak wanita, saudara wanita dan kaum kerabatnya. Dan tidak seorangpun di antara wanita itu kecuali segera berdiri mengambil kain gorden (tirai) dan menutupi kepala dan wajahnya, karena percaya dan iman kepada apa yang diturunkan Allah dalam kitab-Nya. Sehingga mereka (berjalan) di belakang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dengan kain penutup seakan-akan di atas kepalanya terdapat burung gagak.

Senin, 09 Desember 2013

HIJAB KEREN


Bagaimana Model Hijab Yang Cocok Untuk Anda?
Kini sudah banyak hijabers yang telah menciptakan berbagai kreasi jilbab paris maupun pashmina. Namun terkadang, tidak semua model cocok dengan Anda. Berikut, dilansir dari situs WikiHow, akan diberikan tips dalam menentukan gaya berhijab yang paling pas untuk Anda.
1.       Memilih model dan bahan dari hijab
2.       Menentukan warna
3.       Gunakan make-up yang cocok dan tidak berlebihan


https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRF8apBxx_Tda1Lvb1v6LWxSd_u3aLocQjbXOOVMmUAwjNqb7vkhttps://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTYF-OxaOhdgnX-49a0DwmhTYfV792L0CpWlBXlPsdJqavsRdEC







Hijabers Cantik Dan Stylish Versi Vemale

https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRTOQA4_tZsOE8kdpy4uYRzZLNWK7nzDf5ysgeMgTavUul5u4bchttps://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRygG488JzT2C7XF5nxml2CKwwwrc6_B3yo8NwBoDFLzeFTcQqAzQhttps://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRFIHGglUHuSKmTzjRQ5ZSpvVexpI3CBza4qI7nss_sSr1UTAirStep :
  • Pasang hijab, pastikan salah satu hijab lebih pendek. Pasang peniti untuk menjaga posisi tetap stabil
  • Putar bagian hijab yang pendek dan letakkan ke belakang, rapikan dengan jarum.
  • Ambil hijab yang panjang dan putar ke belakang, rapikan dengan jarum.








 

 

Hijab Tutorial : Hijab Satu Gaya Dua Warna

http://cdn.klimg.com/vemale.com/p/chey_1.jpg
Vemale.com - Yang dibutuhkan :
2 hijab paris persegi dengan warna yang berbeda
Jarum pentul

Step :
  • Lipat hijab persegi menjadi dua. Kemudian pakai hijab pertama seperti gambar di atas. Caranya, ukur sama panjang ke dua ujung. Posisikan hijab dengan posisi serong miring dan kemudian tarik ujung bagian kanan ke belakang kemudian ke kiri depan bahu. Pastikan tertata dengan rapi
  • Pakai hijab warna kedua yang sebelumnya dilipat menjadi dua bagian. Pasang jarum pada bawah telinga agar hijab tetap berada di tempatnya.
  • Tarik sedikit bagian hijab pertama ke belakang. Kemudian, dengan jarum pentul, pasang bagian hijab pertama tersebut di bagian atas sehingga membentuk layer (seperti pada gambar),Tarik sisa hijab kedua ke kiri bahu.
  • Putar hijab pertama ke belakang dan posisikan hijab kedua di depan.
  • Terakhir, dengan jarum, rapikan ujung hijab pertama. Nantinya, bentuk belakang hijab akan seperti sanggul atau konde


Gaya Chic Marylies Fashion MODEREN


Setiap orang memiliki gaya khasnya masing-masing. Berpakaian, corak warna, motif dan juga inspirasi bisa datang dan diwujudkan dalam apa saja. Seperti fashion blogger yang satu ini. Gayanya mungkin agak nyentrik kalau untuk daily wear. Tapi, katanya, selama kita pede, anything would be gorgeus!
Seperti apa ya gaya yang ia ingin bagi dengan Vemale?
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTxRsvJfApdmMPBN3h5lrNTGEsHHBrMaSoGiH_OafE7eJJGIMtBqAhttps://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRxi-nVMxu8D3iCb8YjvTyVfQC0VYKVNJUHo0VTbgMN11F3U4Pi













10 Gaya Hijab Finalis HijUp Model Look

HijUp Model Look (HML) yang merupakan ajang pencarian bakat-bakat baru di bidang model,
khususnya model busana muslim. Banyak hijabers yang berlomba-lomba mengikuti ajang pencarian bakat ini.
Berbagai prosesi seleksi telah usai dan inilah 15 finalis HijUp Model Look dengan gaya hijab medern mereka. Cantik bukan?

http://cdn.klimg.com/vemale.com/g/10_gaya_hijab_finalis_hijup_model_look/t/hijup_festival-20130415-001-rita.jpghttp://cdn.klimg.com/vemale.com/g/10_gaya_hijab_finalis_hijup_model_look/t/hijup_festival-20130415-002-rita.jpghttp://cdn.klimg.com/vemale.com/g/10_gaya_hijab_finalis_hijup_model_look/t/hijup_festival-20130415-003-rita.jpghttp://cdn.klimg.com/vemale.com/g/10_gaya_hijab_finalis_hijup_model_look/hijup_festival-20130415-001-rita.jpg

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | ewa network review